Sabtu, 13 Maret 2010

PROFIL PIK REMAJA RACANA PANGERAN ANTASARI-DEWI SARANTI IAIN ANTASARI

Remaja Indonesia dekade tahun 2000an ini sangat berbeda dengan remaja generasi sebelumnya. Era globalisasi menyediakan pilihan informasi yang sangat kaya bagi siapa saja termasuk bagi para remaja. Globalisasi informasi disadari atau tidak, telah merubah (meliberalisasi) cara berfikir, cara bersikap dan cara bertindak generasi muda. Sebagai contoh para remaja dan generasi muda saat ini mempunyai sifat yang sangat liberal (permissif) berkaitan dengan seksualitas sebelum nikah. Data survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak tahun 2008, menunjukkan bahwa sekitar 62% remaja SMP dan SMA sudah tidak perawan lagi. Untuk para remaja mampu menghadapi berbagai tantangan dan resiko (terutama resiko TRIAD KRR), maka para remaja perlu dibantu dan difasilitasi dengan berbagai pengetahuan keterampilan yang bisa dipakai untuk mengatasi tantangan dan resiko-resiko kehidupan yang dihadapinya.
Remaja merupakan usia yang rawan dan mudah terpengaruh hal-hal yang baru. Mereka perlu diberikan pemahaman tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) agar tidak terperosok kedalam penyalahgunaan narkotika dan seks bebas yang bisa mengakibatkan suramnya masa depan.
Di satu sisi, remaja merupakan generasi harapan bangsa. Namun, disisi lain mereka juga menghadapi banyak permasalahan yang bukan tidak mungkin akan mengganggu perkembangan fisik maupun psikologis mereka selanjutnya.
Jika disatu sisi kecenderungan remaja untuk melakukan berbagai tindakan yang membahayakan kesehatan mereka semakin meningkat, namun disisi lain ternyata pengetahuan para remaja sendiri dalam mengenal aspek kesehatan reproduksi yang harus mereka miliki sangatlah rendah. Masalah kultur, pola komunikasi serta kurangnya pengetahuan menyebabkan para remaja sulit berkomunikasi dengan orang disekitarnya bahkan dengan orang tuanya sendiri. Selain itu terdapat pula isu-isu sekitar remaja tentang globalisasi: liberalisasi norma, sikap dan perilaku, resiko triad (seksualitas, HIV/AIDS dan Napza) serta ancaman ketahanan remaja.
Diantara persoalan yang banyak dihadapi oleh para remaja adalah ketidaktahuan remaja tentang apa, mengapa dan bagaimana Kesehatan Reproduksi Remaja. Kesehatan Reproduksi sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi sehat yang bukan saja bearti bebas dari penyakit atau kecacatan namun lebih dari pada itu sehat termasuk secara mental dan sosial berkaitan dengan sistem,fungsi,dan proses reproduksi. Ketidaktahuan inilah yang menjadi cikal bakal persoalan remaja dalam berperilaku reproduksi yang sehat.
Berdasarkan fakta yang ada dilapangan ditemui beberapa kasus yang membuktikan ketidaktahuan tersebut antara lain : .
1.    Ditemukannya anak hamil usia SLTP, karena ketidaktahuan anak perempuan yang dibohongi oleh teman prianya yang lebih dewasa bahwa berbuat intim tidak akan ketahuan oleh siapapun.
2.    Demi ingin membeli HP model terbaru seorang siswi SLTP rela menjual dirinya untuk mendapatkan uang tersebut.
3.    Kecenderungan remaja putri dalam bergaul ingin selalu mengikuti tren pergaulan bebas ala sinetron di layar televisi.
Dan masih banyak lagi kasus yang muncul disebabkan kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi.
Melihat fenomena tersebut, Gerakan Pramuka IAIN Antasari berinisiatif untuk memcoba ambil bagian dalam rangka penyampaian informasi yang bekaitan dengan kesehatan reproduksi. Maka, pada bulan Januari 2008 di bentuklah PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saaranti IAIN Antasari Banjarmasin.
A.      Gambaraan Umum PIK REMAJA Racana Antasari-Dewi Saranti
PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saranti bertempat di IAIN Antasari Banjarmasin Jl. A. Yani km. 4,5 Banjarmasin. Sekretariat di gedung Student Center Lt. II. PIK Remaja ini merupakan bagian dari Gerakan Pramuka IAIN Antasari.
Dalam Gerakan Pramuka ada beberapa Satuan Karya Pramuka (SAKA), salah satunya adalah Saka Kencana. Saka Kencana ini lebih menekankan pada pemberian informasi masalah kesehatan Reproduksi dan Remaja. Di tubuh Gerakan Pramuka IAIN Antasari ada beberapa orang anggota yang berlatar belakang Satuan Karya  Pramuka Kencana.. Hal ini merupakan pondasi awal untuk membentuk sebuah PIK REMAJA.
Sebelum terbentuknya PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saranti, pada mulanya ada beberapa orang anggota Gerakan Pramuka IAIN yang sudah bergabung di PIK REMAJA Mitra Kencana Kwartir Cabang Kota Banjarmasin sejak Februari 2007. setelah mendapat banyak informasi penting dari berbagai kagiatan yang dilaksanakan tersebut, maka Gerakan Pramuka IAIN Antasari berinisiatif untuk membentuk PIK Remaja tersendiri. Atas dukungan Bapak Drs. Agus Muhajiransyah, Msi dan kawan-kawan PIK Remaja Mitra kencana, maka dibentuklah PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saranti IAIN Antasari Banjarmasin padaDesember 2007 dan diresmikan pada tanggal 2 Januari 2008 sesuai SK No. 476/101-KESRA/BKBKS oleh BKBKS yang sekarang BKBPMP kota Banjarmasin.
Dalam perjalanan dari awal terbentuknya PIK Remaja ini banyak kedala dan tantangan yang harus kami tanggapi, baik dari remaja itu sendiri, pengurus dan anggota maupun dari segi materil lainnya. Tetapi dengan adanya berbagai permasalahan yang muncul menuntut kami untuk tetap bertahan, melangkah meskipun tertatih-tatih agar tidak terpuruk dan mati. Hal ini juga menjadi motivasi untuk terus bisa memberikan informasi positif bagi para remaja.
Dengan semangat yang tinggi kami mencoba untuk mencapai tahap Tegak. Alhasil pada tahun 2009 kami mendapat  juara III untuk tahap Tegak. Dengan ini kami mencoba membenahi kembali berbagai kekurangan yang ada. Baik dari segi SDM anggota, maupun dalam hal administratif pengelolaan organisasi.
Di sanping itu, PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saranti juga merupakan PIK Remaja yang melingkupi wilayah kecamatan Banjarmasin Timur. Sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,karena ada dua sasaran yang berbeda baik pola pikir, sikap dan respon antara remaja kampus dan remaja di luar kampus. Oleh karena itu perlu usaha yang maksimal agar informasi KRR tersebut dapat diterima secara merata oleh semua pihak.
Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang telah kami lakukan untuk peningkatan dan pengembangan PIK Remaja Racana Pangeran Antasari-Dewi Saranti, dan untuk lebih memasyarakatkan PIK Remaja kami juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pengelolaan, advokasi dan lain sebagainya. Kami juga sudah mencoba mensosialisasikan lewat dunia internet, baik di blog maupun di jejaring sosial seperti facebook (grup PIK KKR),atau di http://pikkrrracana.blogspot.com. Selain itu kami juga mempunyai media orari, namun pemanfaatannya masih belum maksimal.
Kami optimis bahwa segala program PIK Remaja Racana pangeran Antasari-Dewi Saranti akan semakin eksis dan dinamis sesuai harapan untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. “Makin Sehat Makin Gaya”






B.       Kepengurusan
Sesuai SK No. 476/101-KESRA/BKBKS tentang susunan kepengurusan PIK Remaja pada tanggal 2 Januari 2008 Sebagai berikut:
Pembina                                  : 1. Drs. H. Yahya Khan
                                                    2. Drs. Agus Muhajiransyah, Msi
Ketua                                       : Norani El-Faroq
Wakil Ketua                            : Hartani
Sekretaris                               : Revina Kamila
Bendahara                              : Anna Fajarrona
KIE                                          : Khairullah
Humas                                    : Fakhruzzain
Sarana/Perlengkapan          : M. Asliyannor

Konselor Sebaya                    : 1. Norani El-Faroq
                                                   2. Khairullah
                               
Pendidik Sebaya                   : 1. Hartani
                                                  2. M. Asliyannor
                                                  3. Abdul Fattah Hidayat
                                                  4. Anna Fazarrona
Anggota                                 : Seluruh Anggota Gerakan Pramuka     
                             Gudep Banjarmasin 167-168 
                            IAIN Antasari Banjarmasin


C.   Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Program ini dilaksanakan sebagai forum dan media pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja kususnya mahasiswa/I IAIN Antasari Banjarmasin dan remaja di wilayah kecamatan BanjarmasinTimur pada umumnya..
Untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang.
2. Tujuan
a. Memberikan Informasi KRR pada remaja
b. Memberikan Pelayanan Konseling baik medis maupun non medis
c. Terwujudnya remaja yang sehat,bertanggug jawab dan mensyukuri nikmat Allah berupa kesempurnaan fisik.
d.  Terwujudnya remaja yang senantiasa menjaga kesucian lahiriah dengan menghindari seks bebas.
e.  Terwujudnya remaja yang memahami arti pentingnya reproduksi bagi kelangsungan kehidupan manusia sehingga terhindar dari bahaya HIV/AIDS,PMS, dan penyalahgunaan NAPZA.

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari

Memuat...

Terbuka Untuk Umum

Silakan kawan-kawan yang berkunjung ke blog ini untuk memberikan saran, masukan dan kritik agar blog ini lebih bermanfaat, karena ini merupakan wadah bagi kita untuk bertukar informasi.
Terima kasih

my slide

Loading...

Followers

Share it